Sinopsis Memories to Forget

“Aku harus pergi, jauh dari sini….”

Mendengar kata-kata itu, jantung Lara serasa berhenti. Yang bisa diucapkannya sebagai respons hanya sebuah pertanyaan lirih. “Ke mana?”

“Mesir.”

“Kamu berjanji akan tetap menghubungi aku?”

“Mungkin, sebaiknya kita nggak usah berhubungan lagi,” ujar Satria.

Lara menyeka air matanya. “Mungkin ini terlambat, tapi aku ingin kamu tahu… bahwa aku….”

“Pulanglah, Lara! Aku serius!”

Perempuan itu tersentak kaget. Kali ini, Satria benar-benar serius. Tinggallah Lara sendirian dengan tangis yang tak lagi tertahan.

Mungkin kisah cintamu seperti Satria. Harus pergi jauh demi kebaikan orang yang paling kamu sayangi. Atau kisah cintamu seperti Lara—ditinggalkan saat kamu baru menyadari perasaanmu yang sesungguhnya.

Mencintai memang tak semudah saat kita mengucapkannya. Kadang kita harus menderita dan meneteskan air mata. Namun, cinta itu pula yang membuat kita berani. Berani melangkah ke depan sekalipun kenangan pahit masa lalu terus menghampiri. Karena akan selalu ada bagian dari masa lalu yang memaksa untuk dikenang. Sekalipun, kenangan itu lebih baik dilupakan.

Sekilas Tentang Memories to Forget

Novel yang menceritakan kisah tentang Satria dan Lara ini dikemas dengan sangat apik dan dibuat punya karakter yang kuat dari inti ceritanya. Banyak pesan moral terkandung dalam novel ini dan diselipkan secara cermat lewat tiap bagian ceritanya yang alurnya berjalan secara pas. Penjiwaan tiap karakter digambarkan dengan sangat baik dan konflik yang dihadapi dua tokoh utama, walau pun banyak yang bilang terlalu banyak sehingga terkesan membosankan, tapi mampu membuat kesan realis seolah memang dua tokoh itu hidup dalam dunia yang Mahir Perdana Ciptakan.

novel Memories to Forget

Novel berjudul Memories to Forget ini diterbitkan gagasa media dengan tebal sekitar 220 halaman, namun sama sekali gak membosankan, dan untuk kamu yang suka kisah percintaan yang penuh konflik, maka novel ini bisa kamu jadikan sebagai pilihan, karena memang kisah percintaannya gak gitu-gitu aja seperti kebanyakkan kisah cinta lain. konflik yang digambarkan juga ga sekadar konflik yang dibuat untuk menyulitkan tokoh, namun justru jadi jalan yang membuat tokoh bisa menyelesaikan permasalahan hidupnya. Dengan persoalan batin yang diberikan pada tiap tokoh oleh Mahir Perdana, novel ini jadi sangat menarik untuk diikuti loh!

Kisah cinta dalam novel ini kadang terasa manis, tapi juga kadang membuat pemvaca ingin segera mengakhiri bacaannya karena terlalu baper untuk melanjutkan. Selain itu juga ada selipan yang menceritakan dan menjelaskan kisah masa lalu tiap tokoh yang ternyata benar-benar jadi pendukung untuk menguatkan nuansa relistis dalam novel ini. ada banyak rahasia yang penulis simpan dalam tiap bab, dan dalam beberapa bagian dikeluarkan secara bertubi-tubi menjadi sebuah kejutan buat pembaca.

 

Leave a Reply