Anak Banyak Bertanya? Ini Seharusnya Respon Bunda

Apakah anda terganggu ketika buah hati hobi bertanya? Asal tahu saja, banyak bertanya justru menunjukkan kercerdasan anak.

Anak mulai banyak bertanya di usia 2,5 tahun, bisa juga lebih cepat. Di usia ini perkembangan kosa kata mereka makin bertambah. Mereka juga mulai bisa berkomunikasi dan mampu membentuk kalimat, baik yang sederhana maupun yang kompleks. “Ini juga didukung oleh perkembangan kognitif yang berkembang pesat”, jelas Tara de Thouars, BA, M.Psi.

Sebetulnya anak hobi bertanya itu wajar dan normal-normal saja, karena itu bagian dari tahapan perkembangan mereka. Di usia ini, kemampuan berkomunikasi dan rasa ingin tahu yang semakin besar akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang tak henti-hentinya. Bertanya ternyata juga merupakan strategi mereka untuk mengenal lingkungan mereka.

Banyak bertanya sebenarnya merupakan hal yang positif. Rasa ingin tahu yang besar menunjukkan kecerdasan anak. Bahkan terkadang mereka menanyakan sesuatu melebihi usia yang seharusnya. “Tidak masalah juga, bahkan ini menunjukkan anak memiliki pengetahuan yang lebih dibanding anak sebayanya,” kata Tara.

Anak yang banyak bertanya juga menunjukkan bahwa mereka tumbuh dan berkembang sesuai yang semestinya. “Satu lagi, ketika anak bertanya, ini merupakan salah satu cara mereka untuk mendapatkan atensi dan respon dari orang tua khususnya,” jelas Tara.

Hobi Mengamati

Selain banyak bertanya, di usia ini anak-anak juga banyak mengamati (observer). Sebetulnya dua hal ini sama saja. Memang ada anak yang tidak banyak bertanya dan lebih banyak diam mengobservasi. Cuma, ujar Tara, kadang-kadang observasi anak belum tentu tepat. Sehingga ketika anak tidak banyak bertanya, orang tua harus memancing anak supaya bertanya. Dengan begitu, orang tua bisa mengarahkan anak ke arah yang benar.

Pertanyaan anak sebenarnya juga merupakan pintu bagi orang tua untuk tahu, sebetulnya apa sih yang sedang dipikirkan anak, apa yang sedang dialami anak, dan lain sebagainya. Jika anak kebanyakan diam dan hanya mengobservasi, orang tua tidak tahu sebenarnya apa yang sedang dipikirkan anak-anak tersebut, dan terkadang sulit mengarahkan mereka. “Mengamati sebetulnya wajar, tapi orang tua harus lebih peka. Ini juga akan membantu agar pola berpikir kritis anak jalan, tidak hanya sekedar mengobservasi,” lanjut Tata.

Leave a Reply